Pages

05 February 2014

AKUNTANSI KRITIS ala HOS TJOKROAMINOTO

Selama ini berfikir kritis selalu berkiblat pada pemikiran Eropa seperti Horkheimer atau  Habermas lewat Critical Thought-nya German Ideology atau Marx-Engels lewat Materialisme Dialektik Historisnya, atau yang lain seperti Gramsci misalnya. Pendekatan kritis lebih baru ada itu Pierre Bourdieu  atau Foucault, dan lainnya. Kalau di Akuntansi ada Tony Tinker, Bryer atau Puxty, dan lainnya. Saya tidak melihat berfikir kritis seperti itu kecuali hanya melakukan "copy paste" dari tokoh-tokoh Barat, dan kita seperti tidak berdaya atas serangan Orientalisme Berfikir yang  menjangkiti Ke-Indonesia-an kita. Mengapa tidak menggali langsung dari tokoh-tokoh nasional? Saya menganggap tokoh-tokoh seperti Hidajat Nataatmadja, Sudjatmoko, Armahedi Mahzar, Kuntowijoyo, Kahrudin Yunus, Hamka, atau yang akan saya kupas sekarang HOS Tjokroaminoto pemikirannya tidak kalah dan bahkan "lebih" cerdas dari Eropa atau Barat Sentris.
Kali ini, setelah sebelumnya mencoba menggali pemikiran Hidajat Nataatmadja, saya menggali lebih dalam mengenai pemikiran HOS Tjokroaminoto untuk mendesain akuntansi Indonesia, terutama gagasan saya ke depan mengenai Akuntansi Pertanian. Tulisan ini (dipresentasikan pada acara ACCOUNTING RESEARCH TRAINING SERIES 5 - Paradigma Kritis, diadakan oleh Program Doktor Ilmu Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, tanggal 22-23 Januari 2014) lebih dekat ke metodologi riset menggunakan HOS Tjokroaminoto untuk membangun Islamic Farm Tjokrounting, yaitu Akuntansi Pertanian Islami lewat gagasan pemikiran jenius Sang Raja Tanpa Mahkota, Sang Heru Tjokro. Selamat menikmati (klik link ini untuk mendapatkan artikel lengkap) ISLAMIC TJOKRO-AN for ISLAMIC FARM TJOKROUNTING

No comments: